Manajemen Strategi

 

Pengertian Manajemen Strategi

Strategic Management atau manajemen strategi sendiri adalah analisis sistematis dari faktor pada lingkungan eksternal dan lingkungan internal untuk memberikan dasar dalam manajemen yang optimal (businessdictionary.com).

Strategi bisa juga kita artikan sebagai arah umum yang ditentukan perusahaan dan berbagai komponen untuk mencapai keadaan yang diinginkan di masa depan. Strategi merupakan hasil dari proses perencanaan strategis rinci yang melibatkan berbagai proses.

Jadi secara umumnya kita bisa pahami kalau manajemen strategi ini merupakan pelaksanaan dan perumusan tujuan utama perusahaan berdasarkan keadaan perusahaan dan lingkungan. Gampangnya kita mengelola apa yang kita miliki untuk nantinya dimanfaatkan dengan strategi agar sesuai dengan tujuan kita.

Tujuan & Manfaat Manajemen Strategi

Manajemen strategi memiliki beberapa tujuan diantaranya adalah untuk menjalankan dan mengevaluasi efektifitas dan efisiensi strategi yang sudah dipilih. Misalnya mengevaluasi kinerja, menyesuaikan strategi dengan lingkungan, dan merevisi setiap penyimpangan atau kesalahan yang ada saat pelaksanaan strategi.

Selain itu manajemen strategi dapat digunakan untuk meninjau kembali kekuatan, kelemahan, peluang serta ancaman bisnis yang ada. Sehingga perusahaan bisa melakukan inovasi produk atau barang yang sesuai dengan keinginan konsumen.

Melalui manajemen strategi ini juga perusahaan akan semakin fleksibel menghadapi perubahan yang terjadi terutama ancaman dan masalah dari luar. Manfaat lain yang terlihat adalah dalam segi kinerja. Karyawan dan seluruh aktivitas operasional akan lebih produktif dan efisien sehingga perusahaan akan lebih profitable.

Download Ebook Manajemen Stratejik Pendidikan disini

The Edunet Founder

Riyanto Sofyan mendapatkan Gelar Bachelor of Science pada tahun 1980 dari University of Miami, Coral Gables, USA, Jurusan Teknik Elektro dan Gelar Master Of Business Administration pada tahun 1990 dari European University, Belgia. Mendalami pendidikan bidang perhotelan dari berbagai seminar dan Kursus dari L’ecole Hotelier di Lauissanne, Switzerland dan Intensive Summer Program untuk Top Executive dari University of Massachusets, USA. Pengalaman kerja diawali pada sebuah perusahaan elektronik di Florida, Olson Electronic Inc. Namun mengawali karier di bidang property pada tahun 1973 kemudian bekerja di berbagai jabatan pelaksana di operasional hotel pada PT. Menteng Sarana Wisata dan PT. Jambak Mas. Beliau juga merupakan salah satu pendiri PT. Sofyan Hotels dan pada saat itu memegang jabatan Direktur Utama. Sekarang sebagai Direktur Utama PT. Sofyan Corp.

Holy Muharram 1439


Thursday, 21 September 2017 coincides with 1 Muharram 1439 H, which is the new year of Hijri (Islamic calendar). Muharram is one of the respected holy months besides Dhu al-Qa’dah, Dzulhijjah and Rajab Mudhar. This month, Muslims are forbidden to fight/war. Because all deeds done on these four holy months will be multiplied. Whether it is a good deed, a multiplicity of rewards. And bad deeds, will get the sins doubled as well.

Therefore, we as Muslims are encouraged to make a lot of good deeds in these holy months. Particularly, in this ongoing month of Muharram there are some practices that can be done in the month of Muharram in order to achieve reward from Allah SWT: Fasting Sunnah Ashura.The most important fasting besides Ramadhan is during the month of Muharram. This is in accordance with the following hadith: “The most important fast after Ramadan is fasting in Allah’s month (ie) Muharram. While the most important prayer after fardhu prayer is night prayer “. (H.R. Muslim (11630).

The suggestion for fasting sunna Ashura held on 9th – 10th Muharram. The other good deed should be done in Muharrram is sponsors the orphans. Helping orphans do not need to wait for the month of Muharram. But if done on the day of Asyuro (10 Muharram), then God will raise its degree. “Whoever wipes his hands on the head of the orphan, on the day of Asyuro ‘(10th Muharram), then Allah will raise his degree,” “I and the man who endured the life of an orphan like these two fingers when in heaven.” He gestured with the forefinger and middle finger, and he separated it slightly. “(Narrated by Bukhari no 5304). (souce: http://www.tribunnews.com/)